√ Pengertian Hub : Fungsi, Jenis, Dan Cara Kerja

Pengertian Hub – Jaringan komputer dapat berjalan jika terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan. Untuk membuat jaringan komputer yang baik, desain jaringan harus terlebih dahulu dibuat atau lebih populer disebut topologi jaringan komputer. Dari topologi jaringan komputer tersebut barulah kita bisa mengetahui komponen apa saja yang diperlukan.Mungkin di antara kita sudah sering mendengar istilah HUB, tetapi tahukah Anda apa sebenarnya HUB itu, lalu apa fungsi dari HUB. Dan kami juga percaya bahwa di antara kita masih ada pemahaman yang samar tentang satu komponen dari jaringan komputer yang satu ini.gambar hub

Pengertian Hub

Hub atau yang lebih dikenal dengan network hub jaringan adalah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan satu komputer ke komputer lain dalam suatu sistem jaringan. Komputer yang terhubung melalui hub ini dapat saling bertukar informasi. Namun tidak hanya terbatas pada komputer, semua perangkat yang berkaitan dengan komputer dapat dihubungkan ke hub ini.

Secara umum, hub ini memiliki banyak port ethernet. Semua perangkat yang terhubung melalui port ini akan terhubung ke jaringan LAN, yang pada gilirannya dapat berkomunikasi antar perangkat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja masing-masing perangkat.

Hub memiliki sistem kerja yang mirip dengan switch. Hanya saja jika pada switch, data yang ditransfer akan diteruskan ke port tertentu (port yang memang menjadi tujuan). Sementara itu di hub, data yang diterima akan dikirim ke semua perangkat yang terhubung ke port itu. Jadi dalam hal ini hub tidak menyaring atau mentransfer ke jaringan lain.

Jadi, jika ada hub dengan 8 port dan ada 5 port aktif, data yang masuk akan diteruskan ke 5 port aktif. Ini tentu menjamin bahwa informasi dapat dikirim dengan baik. Namun dari sisi efisiensi, tentu tidak baik karena akan mengkonsumsi bandwidth jaringan. Oleh karena itu, orang pada umumnya lebih menyukai switch daripada hub.

Baca juga : √ Pengertian Repeater : Fungsi, Jenis, Manfaat, Cara Kerja, Kelebihan Dan kekurangan

Jenis-jenis HUB

Pada dasarnya HUB dibagi menjadi dua jenis, yaitu HUB aktif dan HUB pasif.

HUB Aktif

HUB Aktif adalah HUB yang memiliki kemampuan untuk memperkuat sinyal dalam jaringan atau disebut pengulangan. HUB Aktif sangat berguna untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dengan jarak yang cukup jauh.

HUB pasif

HUB pasif adalah HUB yang bertugas hanya mendistribusikan sinyal transmisi yang masuk ke port port komputer yang terhubung ke jaringan. HUB pasif biasanya digunakan untuk menambah unit komputer yang terhubung dengan kondisi jarak antara unit komputer dan komputer lain tidak terlalu jauh.

Baca juga : √ Pengertian WiFi Adapter : Fungsi, Dan Jenis-Jenis

Cara Kerja Hub

Hub berfungsi dengan menerima data dari perangkat yang terhubung ke port dan mengirimnya ke perangkat lain yang terhubung ke port hub tersebut. Hub tidak dapat mendeteksi tujuan pengiriman data. Jadi hub akan mengirim data ke semua perangkat yang terhubung ke hub, tidak seperti switch yang akan mengirim data ke perangkat yang dimaksud.

Ini membuat pengiriman data melalui hub tidak terlalu efisien karena hub mengirim data ke semua port secara bersamaan. Ini akan membuat penggunaan bandwidth jaringan melonjak. Oleh karena itu, biasanya jika kita menggunakan hub, koneksi di komputer menjadi lambat.

Dalam kasus menghubungkan 2 komputer, kita hanya perlu menggunakan kabel UTP. Kemudian kedua komputer dapat dihubungkan. Tetapi dalam banyak kasus komputer, misalnya 10 komputer, kita memerlukan hub ini untuk mengirim data dari satu komputer dan meneruskannya ke 9 komputer lain. Ketika sebuah hub menerima paket data dari 1 komputer, maka informasi tersebut akan dikirim ke 9 komputer lain. Meskipun mungkin data di hub diteruskan ke semua perangkat yang terhubung ke hub, sebenarnya data hanya akan diproses pada salah satu perangkat yang menjadi tujuan paket data.

Jadi ketika hub mengirim data ke semua perangkat yang terhubung, bandwidth jaringan akan membebani. Akibatnya, kecepatan akses data di jaringan akan melambat. Hub ini memang cukup efektif dalam menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Tetapi ketika ada lebih banyak komputer yang terhubung, hub ini akan menjadi penghambat. Saat itulah perangkat seperti switch digunakan.

Demikianlah ulasan dari teknologidankomunikasi.com semoga bisa memberikan manfaat dan lebih menambah wawasan anda.

Baca juga :

√ Pengertian Repeater : Fungsi, Jenis, Manfaat, Cara Kerja, Kelebihan Dan kekurangan

Pengertian Repeater : Berbicara tentang repeater, itu tidak akan jauh dari subyek jaringan. Repeater adalah salah satu alat yang berguna di jaringan komputer. Jaringan komputer memang cukup rumit untuk dipahami oleh orang biasa. Jangankan perangkat yang ada di jaringan, fungsi dan metode kerja jaringan, pada dasarnya cukup rumit untuk dipelajari. Meskipun cukup rumit, tetapi kali ini, kami akan mencoba berbagi sedikit informasi tentang satu alat jaringan yang disebut repeater.

Pengertian Repeater

Apa repeater? Banyak orang bertanya-tanya tentang repeater bersama dengan kegunaan repeater. Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti pengulangan. Jika ditafsirkan dari suku kata, repeater dapat diartikan sebagai pengulangan kembali, atau jika disempurnakan dalam bahasa, maka repeater adalah alat yang berguna untuk mengulangi dan meneruskan sinyal kembali ke area di sekitar perangkat ini.

Jika dipelajari dalam bahasa teknis, maka Pengertian repeater adalah alat yang berguna untuk memperkuat sinyal. Dengan alat ini, sinyal lemah dapat ditingkatkan daya sehingga dapat digunakan untuk berbagai area yang lebih luas.

Fungsi repeater

Menurut Herlambang dan Aziz “2008”, Repeater memiliki fungsi sebagai penguat sinyal dengan menerima sinyal dari segmen kabel dan kemudian mentransmisikan sinyal dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli di segmen kabel lain.

Fungsi repeater meliputi:

  • Untuk memfasilitasi akses ke sinyal Wifi dari server.
  • Untuk mencangkup area lemah dari sinyal dari server “Pemancar”.
  • Untuk memperluas jangkauan sinyal dari server atau pemancar.

Baca juga : √ Pengertian WiFi Adapter : Fungsi, Dan Jenis-Jenis

1. Repeater – GSM (Sistem Global untuk Komunikasi Seluler)

Repeater GSM adalah perangkat repeater digital yang berguna untuk menangkap sinyal telepon seluler, kemudian memperkuat sinyal, dan akhirnya mengirim atau mengembalikan sinyal. Pengulang GSM bekerja dengan memanfaatkan gelombang mikro dan sistem pengiriman sinyal yang dibagi oleh waktu. Sistem GSM menggunakan filter band pass yang berfungsi pada frekuensi 800 MHz – 1800 MHz.

2. CDMA Repeater (Code Division Multiple Access)

Repeater CDMA adalah teknologi repeater yang pertama kali digunakan oleh tentara Inggris untuk melawan pasukan Jerman yang ingin mengganggu transmisi selama Perang Dunia Kedua. CDMA memiliki kualitas penerimaan sinyal yang tidak terlalu bagus dibandingkan dengan GSM. Repeater ini bekerja dengan menggunakan filter band pass pada frekuensi 800 MHz.

3. 3G Repeaters (Teknologi Generasi Ketiga)

Repeater 3G adalah teknologi paling mutakhir di sektor telekomunikasi. Teknologi 3G ini mengacu pada pengembangan teknologi telepon selular nirkabel generasi ke-3. Dengan teknologi 3G ini, pengguna tidak hanya dapat berkomunikasi dengan baik, tetapi juga dapat menggunakan teknologi ini untuk mengakses internet dengan sangat baik dan sangat cepat. Karena teknologi ini mampu mengirimkan informasi tidak hanya dalam bentuk suara, tetapi juga dalam bentuk gambar diam dan gambar bergerak (video) dengan sangat baik dan cepat.

Baca juga : √ Sound Card : Pengertian, Jenis-Jenis, Fungsi, Dan Cara Kerja Sound Card

Manfaat Repeater

Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari repeater, manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Sambungan tidak terganggu ketika Anda menjelajahi Internet, kecuali ketika operator jaringan sedang bermasalah.
  • Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak naik dan turun, sehingga koneksi internet Anda akan lancar.
  • Membuat modem tidak cepat panas, karena modem biasanya cepat panas karena penerimaan sinyal tidak stabil.
  • menjadikan baterai tahan lebih lama, karena jika sinyal tidak bagus maka ponsel akan menguras baterai lebih banyak.
  • Aktivitas komunikasi seperti mengirim SMS, menelepon, panggilan video akan lebih lancar meskipun posisi Anda berada di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman perkotaan.

Cara Kerja Repeater

Repeater mempunyai fungsi untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Ini dilakukan dengan menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan ulang, sinyal yang masuk ke repeater akan diperkuat terlebih dahulu.

Pada dasarnya, repeater memiliki dua jenis komponen di dalamnya. Komponen pertama bertanggung jawab untuk menerima data sinyal dari pemancar. Sedangkan komponen kedua berfungsi untuk memancarkan kembali data sinyal. Namun sebelum data sinyal dipancarkan ulang, perangkat keras pada repeater ini akan mengubah frekuensi sehingga sinyal data yang dikirimkan menjadi lebih kuat. Dengan demikian sinyal akan menjadi lebih kuat dan jangkauannya akan lebih lebar.

Dalam memproses sinyal data yang masuk ke dalamnya, repeater memiliki dua sistem yang umum digunakan. Sistem ini adalah repeater analog dan repeater digital. Dalam analog repeater, sinyal data dikirim dalam bentuk data analog di mana konsumsi daya listrik berbanding lurus dengan amplitudo atau besarnya sinyal yang dikirimkan. Sedangkan repeater digital mengirim sinyal data dalam bentuk digital. Data digital dikirim dalam bentuk biner, yang diwakili oleh angka 1 dan 0. Selain itu, repeater digital juga melakukan proses tambahan pada data sinyal yang sedang diproses.

Baca juga : √ LAN Card : Pengertian, Fungsi Dan Jenis-Jenis LAN card

Kelebihan dan kekurangan Repeater

Kelebihan

  • Dapat memperkuat sinyal.
  • Perangkat analog yang memperkuat input sinyal terlepas dari alam (analog atau digital).
  • Perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang, atau melakukan kombinasi dari satu fungsi dalam sinyal input digital untuk transmisi ulang.
  • Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, dan jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
  • Repeater bekerja pada lapisan fisik, di lapisan pertama dari model OSI.

Kekurangan

  • Repeater harus ditempatkan di tempat yang tinggi.
  • Memperpanjang jarak fisik dari jaringan
  • Jangan serius mempengaruhi kinerja jaringan
  • Khusus terhubung media yang berbeda
  • Tembaga untuk serat

Demikianlah ulasan dari teknologidankomunikasi.com semoga bisa memberikan manfaat dan bisa menambah wawasan anda.

Baca juga :