√ Fiber Optik : Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Cara Kerja, Dan Sejarah Fiber Optik

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian Fiber Optik – Dalam jaringan komputer ada beberapa komponen pendukung seperti pengguna, host/komputer, server, switch dan kabel sebagai penghubung dan data saluran. Hingga saat ini ada beberapa jenis kabel yang biasanya digunakan dalam instalasi jaringan komputer seperti kabel Coaxial dan Twisted. Untuk 2 jenis kabel ini, mungkin ini yang paling banyak digunakan dari dulu hingga sekarang. Namun seiring dengan kemajuan zaman, orang menginginkan akses kecepatan yang lebih tinggi dan kemampuan untuk mentransfer data lebih optimal. Sebenarnya kabel Coaxial dan Twisted cukup memenuhi standar, tetapi tentu saja ada kebutuhan untuk inovasi terbaru dengan berbagai keunggulan.

gambar fiber optik

Kecepatan akses yang tinggi dalam jaringan harus menjadi yang paling dicari, terutama untuk browsing di internet. Inilah yang ada di balik munculnya kabel Fiber Optik dan langsung mendapat tempat tersendiri di masyarakat.

Pengertian Fiber Optik

Berbeda dari kabel lain yang membawa listrik, kabel Fiber Optik adalah jenis kabel yang berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan mengurasnya dari satu titik ke titik lain. Bahan utama dari kabel Fiber Optik jenis ini adalah dari serat kaca dan plastik yang sangat halus, bahkan lebih halus daripada sehelai rambut manusia. Berbeda halnya dengan kabel lain yang menggunakan bahan dari tembaga.

Ada 2 jenis mode transmisi yaitu Single Mode yang memanfaatkan sinar laser sebagai media transmisi dan Multi Mode yang menggunakan media LED. Biasanya kabel Fiber Optic jenis ini lebih sering digunakan dalam instalasi jaringan dengan kelas menengah ke atas.

Baca juga : √ Cara Mengatasi Flashdisk Write Dengan CMD, Registry Editor, Dan Aplikasi

Fungsi Kabel Fiber Optik

Fungsi kabel Fiber optik pada dasarnya memiliki jenis kabel yang sama, yaitu untuk menghubungkan antar komputer atau satu perangkat jaringan ke perangkat jaringan lain.

Apa yang membuat perbedaan antara kabel serat optik dan kabel jaringan lainnya adalah bahwa kabel Fiber optik memiliki kecepatan akses yang tinggi sehingga kecepatan transfer dalam data juga lebih cepat. kabel ini biasanya dipakai untuk operator telekomunikasi dan jaringan yang membutuhkan transfer tinggi.
Untuk kecepatan transfer data mampu mencapai igabyte per detik. Namun tentu saja dengan banyak kelebihan yang dimiliki oleh kabel serat optik, tentu saja, dibayar lebih mahal, oleh karena itu kabel jenis ini jarang digunakan oleh sembarang orang.

Biasanya perusahaan besar dan operator telekomunikasi lebih sering memilih menggunakan kabel fiber optik ini. Bahkan saat ini, perusahaan pengembang Wi-Fi atau penyedia layanan internet sudah mulai menggunakan kabel serat optik karena alasannya lebih cepat dan lebih stabil. Penyedia layanan di Indonesia saat ini menggunakan kabel serat optik.

Jenis – Jenis Kabel Fiber Optik

Setelah memahami apa arti serat optik, maka kita juga perlu mengetahui tipe-tipe apa. Fiber optik dibagi menjadi dua jenis berdasarkan pada mode transmisi. Jenis-jenis fiber optik adalah:

1. Single Mode fiber Optik

Single mode fiber optik kable adalah kabel jaringan yang memiliki transmisi tunggal, sehingga hanya dapat menyebarkan cahayanya hanya melalui satu inti pada satu waktu.

Jenis serat optik ini memiliki inti kecil dengan diameter sekitar 9 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya dari sinar inframerah dengan panjang gelombang 1300-1550 nanometer.

2. Fiber Optik Multimode

Kabel fiber optik multimode adalah kabel yang dapat mengirimkan banyak cahaya pada saat yang sama karena memiliki ukuran inti besar yang memiliki diameter sekitar 625 mikrometer.

Kabel jenis ini biasanya digunakan untuk tujuan komersial yang umumnya diakses oleh banyak orang. Serat optik ini mengirimkan sinar infra merah yang memiliki panjang 850-1300 nanometer.

Baca juga : √Modem : Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Macam Lengkap

Bagaimana Fiber Optik Bekerja

Fiber optik memiliki cara kerjanya sendiri yang membedakannya dari kabel twisted pair atau kabel koaksial. Kabel serat optik terbuat dari fiber glass dan dilapisi dengan kaca bukan tanpa alasan karena kabel ini mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya dengan fungsi cermin di dalam kabel. Dengan kemampuan untuk mengubah sinyal listrik, serat optik memiliki keuntungan mengurangi efek gangguan gelombang frekuensi listrik. Jadi dari Fiber optik itu sangat cocok digunakan di daerah dengan gelombang listrik tinggi.

Menggunakan gelombang cahaya yang dilakukan oleh fiber optik juga dapat mengirim lebih banyak informasi dan menyalurkannya ke jarak yang lebih jauh. dibandingkan dengan kabel yang menggunakan transmisi sinyal listrik. Ini karena cahaya yang memantul pada kabel serat optik dipantulkan ke jaringan kabel dan menghasilkan refleksi internal total di mana cahaya dipantulkan pada serat pada sudut rendah. Dengan demikian penggunaan kabel fiber optik akan sangat menguntungkan bagi perusahaan atau agen Anda, atau bahkan koneksi rumah jika Anda memerlukan koneksi yang lebih stabil dan bisa di andalkan.

Sejarah Fiber Optik

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya telah banyak digunakan sejak zaman kuno, hanya sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mulai bereksperimen untuk mengirimkan cahaya melalui bahan yang disebut fiber optik. Percobaan ini juga masih cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak dapat langsung digunakan, tetapi harus melalui pengembangan dan peningkatan lebih lanjut. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuwan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang telah digunakan, yang terdiri dari kaca inti yang dibungkus dalam kaca lain. Sekitar awal 1960-an terjadi perubahan fantastis di Asia, yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di sisi lain para ilmuwan selain mencoba memandu cahaya melalui kaca (serat optik) tetapi juga mencoba untuk “menjinak” cahaya. Kerja keras berhasil ketika sekitar 1959 sebuah laser ditemukan. Laser beroperasi di wilayah frekuensi yang terlihat sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Baca juga : √Flashdisk : Pengertian,Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, Jenis Dan Macam Lengkap

Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih besar dan menyusahkan. Selain tidak efisien, hanya bisa berfungsi pada suhu yang sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Bahkan dalam kondisi cahaya yang sangat terang, pancarannya mudah berputar dan mengikuti kepadatan atmosfer. Pada saat itu, sinar laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir di banyak titik dengan penyimpangan jarak hingga satu meter.

Sekitar tahun 1960-an serat optik kemurnian yang sangat tinggi ditemukan, kurang dari 1 bagian dalam satu juta. Dalam bahasa sehari-hari itu berarti bahwa serat sangat jelas dan tidak memberikan listrik begitu murni, dikatakan, jika air laut semurni serat optik, dengan cukup pencahayaan mata normal akan dapat menyaksikan obstruksi penduduk Pasifik Samudra.

Seperti laser, serat optik juga harus melalui tahap pengembangan awal. Seperti media transmisi cahaya, sangat tidak efisien. Hingga 1968 atau dua tahun setelah serat optik pertama kali diprediksi menjadi panduan cahaya, tingkat atenuasi (kerugian) masih 20 dB / km. Melalui pengembangan teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lainnya. Pelemahan tetapi pasti redaman mencapai tingkat di bawah 1 dB / km.

Demikianlah ulasan dari teknologidankomunikasi.com semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan anda.

Baca juga : Cara Mengatasi Aplikasi Yang Tidak Kompatibel Di Play Store

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *